Kebanyakan ponsel ramah lingkungan dibesut oleh Sony Ericsson dan Nokia

VIVAnews – Pemanasan global agaknya membuat banyak pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang berimbas pada lingkungan, termasuk juga dalam memilih sebuah ponsel.

Menurut riset terbaru yang dilakukan oleh O2, 44 persen dari konsumen mengaku bahwa faktor lingkungan mempengaruhi mereka dalam memilih ponsel yang akan mereka gunakan. Lalu apa saja ponsel-ponsel yang ramah lingkungan dan tidak ramah lingkungan?

Seperti dilansir oleh situs The Telegraph, O2 telah mengurutkannya. Ternyata, kebanyakan ponsel yang ramah lingkungan adalah ponsel-ponsel besutan Sony Ericsson dan Nokia.

Ponsel Sony Ericsson Elm menduduki urutan pertama di daftar ponsel paling ramah lingkungan, dengan skor eco rating 4,3 dari skor maksimal 5. Sementara ponsel-ponsel lain yang juga ramah lingkungan adalah Nokia 6700 (skor 4), Nokia C7 (4), Nokia 1800 (4), Samsung GT-S8500 (4), Sony Ericsson Zylo (4), Sony Ericsson Xperia X10 Mini pro (4), Sony Ericsson Xperia X10 Mini (4), dan Sony Ericsson Vivaz Pro (3.9).

Adapun ponsel-ponsel yang paling tidak ramah lingkungan adalah: LG Etna (2,7), Palm Pre Plus (2,7), LG Chocolate (2,9), LG Cookie (2,9), HTC HD2 (2,9), LG GT350 (3,1), LG GW300 Etna 2 (3,1), Samsung C3050 (3,1), dan Sony Ericsson Satio (3,1).

Skor-skor tadi pun, semuanya berdasarkan data yang diberikan oleh masing-masing pembuat ponsel, mulai dari bahan-bahan yang mereka gunakan, perkiraan usia perangkat itu, efisiensi energi, serta kemudahan ponsel itu untuk didaur ulang.

Setiap handset akan mendapatkan poin lebih, ketika memiliki fitur tambahan seperti kamera, atau pemutar musik, sehingga penggunanya tak perlu lagi membeli perangkat elektronik tersendiri. Selain itu, poin-poin juga diberikan berdasarkan kinerja etis perusahaan pembuat ponsel itu, prinsip-prinsip lingkungan, serta standar buruh di jaringan suplai mereka.

“Konsumen kini semakin menyadari efek sosial dan lingkungan dari sebuah teknologi yang mereka beli, dan kami percaya transparansi produk-produk seperti ini akan membantu mereka untuk membuat pililhan yang lebih ‘hijau’,” kata Ronan Dunne, Chief Executive O2 kepada Telegraph.

Hingga kini tak kurang dari empat miliar ponsel digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan ponsel-ponsel tadi menghasilkan lebih dari 100 ton jejak karbon (carbon footprint) setiap tahun. (hs)

Daftar Ponsel Paling Tak Ramah Lingkungan:

1. LG Etna <Eco rating, 2.7>

2. Palm Pre Plus <Eco rating, 2.7>

3. LG Chocolate <Eco rating, 2.9>

4. LG Cookie <Eco rating, 2.9>

5. HTC HD2 <Eco rating, 2.9>

6. LG GT 350 <Eco rating, 3.1>

7. LG GW300 Etna 2 <Eco rating, 3.1>

8. Samsung C3050 <Eco rating, 3.1>

9. LG GT 540 <Eco rating, 3.2>

10. Sony Ericsson Satio <Eco rating, 3.2>

Oleh: astwan | 26/01/2011

Cahaya Ajaib dari Utara Bumi

Cahaya utara ini tetap memberikan lukisan cantik di langit.

VIVAnews – Cahaya Utara atau aurora borealis berangsur-angsur mereda dan mencapai titik terendah. Dan cahaya ini tetap memberikan lukisan langka dan tetap cantik di langit dalam 100 tahun terakhir.

Institut Meteorologi Finlandia menjelaskan bahwa aurora borealis umumnya mengikuti ‘siklus matahari’ 11 tahunan, di mana frekuensi fenomena meningkat hingga maksimum dan kemudian berangsur-angsur memasuki fase minimum, setelah itu kembali mengulangi siklus.

“Siklus minimum matahari sebenarnya sudah terjadi 2008, tapi hal ini (siklus minimum) malah terjadi terus menerus,” kata peneliti Noora Partamies seperti dikutip dari yahoo news. Di tengah tahun ini, peneliti masih melihat peningkatan aktivitas matahari, namun mereka tidak bisa memastikan apakah aktivitas ini sudah keluar dari level minimum atau belum.

Cahaya Utara yang menampakkan pola cantik seperti nyala api yang dihasilkan dari benturan angin dari matahari dengan bumi yang kemudian ditarik ke kutub magnet. Sebenarnya, fenomena cantik ini menimbulkan kerusakan pada bagian atmosfer, yakni ionosfer dan magnetosfer.

Foto aurora

Fenomena tahapan minumum aurora di atas, menurut peneliti, dapat juga diartikan sebagai sinyal meredanya badai di matahari karena angin dari pusat tata surya ini berkurang.

Untuk kali pertama, bagi peneliti seperti Partamies, fenomena ini bisa dipantau dan diteliti menggunakan stasiun observasi modern, bagaimana dampak terburuk dari dari sebuah siklus matahari ini.

“Kami menunggu apa yang akan terjadi. Apakah siklus maksimum akan tepat waktu, atau mungkin terlambat. Apakah ini akan besar?” kata dia. Hal ini terkait dengan pemberitaan sebelumnya bahwa badai matahari diperkirakan mencapai puncaknya pada 2013. Badai ini diduga akan membawa malapetaka pada bumi.

Cahaya aurora

Selama siklus puncak pada tahun 2003, stasiun di pulau Svalbard Norwegia dekat Kutub Utara, menunjukkan bahwa cahaya utara terlihat hampir setiap malam, satu musim auroral. (sj)

Oleh: astwan | 26/01/2011

Militer AS Segera Tunggangi Mobil Terbang

Mobil terbang tentara AS, setangguh mobil SUV di darat, juga bisa terbang laiknya pesawat.

VIVAnews – Lembaga pengembangan teknologi militer AS atau The Defense Advanced Projects Agency (DARPA) segera meluncurkan progam pembuatan mobil terbang yang dinamakan Transformer (TX).

Seperti dimuat laman Livescience.com, mobil terbang militer ini direncanakan akan mulai mengudara pada 2015.

Mobil yang bisa memuat empat tentara tersebut bisa mengudara seperti pesawat terbang, atau bisa melaju di jalanan dengan kemampuan seperti mobil SUV (sport utility vehicle).

Kendaraan ini bisa menjelajah 250 mil dengan hanya satu tangki bahan bakar. Hebatnya, kendaraan ini tak memerlukan landasan untuk mengudara.

DARPA, bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat  yang bertugas mengekspolorasi teknologi futuristik untuk aplikasi militer, saat ini mengadakan lokakarya ilmiah dan menerima proposal untuk mengembangkan prototipe mobil terbang ini. Batas waktu proposal hingga 27 Mei 2010.

Dengan Transformer (TX), tentara AS akan mampu menghindari ancaman-ancaman yang biasa ditemui dalam pertempuran , seperti penyergapan dan ranjau ledak yang dipasang untuk menghalangi jalan.

DARPA juga akan menguji TX dengan berbagai skrenario seperti unjuk rasa, huru-hara, pemberontakan, kontra intelijen, evakuasi medis, dan suplai logistik.

TX yang dibayangkan DARPA adalah mobil empat penumpang, bisa membawa muatan 1.000 pon, bisa berjalan di permukaan seterjal apapun seperti SUV, tapi bisa lepas landas dengan cepat secara vertikal (VTOL).

Mobil terbang TX juga harus bisa terbang setinggi 10.000 kaki. TX di udara adalah pesawat bermesin tunggal seperti Cessna atau Piper. TX bisa berubah dengan cepat dari mobil di darat menjadi pesawat.

Mobil terbang, TX juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Tentu saja, harus dilengkapi rem.

DARPA menginginkan TX punya kemampuan untuk terbang dan mendarat otomatis, tanpa pilot, namun juga bisa dijalankan secara manual. Visibilitas mobil terbang TX, juga jadi salah satu prasyarat. Selain itu, TX  harus bisa berjalan di medan jalan apapun, bisa digunakan untuk misi penyelamatan. Bentuk TX yang dibayangkan tak terlalu tinggi, beroda empat dan tahan peluiri.

DARPA mengatakan perusahaan milik militer itu akan mempertimbangkan proposal  yang memuat teknologi, hybrid, punya baterai cadangan, struktur sayap yang adaptif, ada  sistem penggerak kipas, bahan ringan dan sensor canggih.

Pentagon telah menganggarkan $ 54 juta untuk mengembangkan konsep mobil terbang.  Kepada TechNews Daily, juru bicara DARPA menyatakan perlu  empat tahun untuk mengembangkan prototipe ini. (mt)

Oleh: astwan | 26/01/2011

Tanduk Misterius Tumbuh di Dahi Nenek

Dalam waktu setahun ada tanduk hitam 6 cm tumbuh di dahi Zhang Ruifang (101).

VIVAnews – Zhang Ruifang, nenek berusia 101 tahun asal Desa Linlou, Provinsi Henan, China sontak jadi pusat perhatian gara-gara tanduk yang tumbuh di dahi kirinya.

Tanduk hitam sepanjang 2,4 inchi atau 6 centimeter tumbuh hanya dalam waktu setahun di dahi kiri Zhang Ruifang. Sementara, di dahi kanan ada tanda-tanda muncul tanduk serupa.

Tak hanya terkejut, keluarga sang nenek juga khawatir. Putra bungsunya, Zhang Guozheng (60), mengaku tak memperhatikan kulit kasar yang tumbuh di dahi ibunya setahun lalu.

“Namun lama-lama makin aneh, tiba-tiba ada tanduk di dahi ibu saya, sampai berukuran 6 centimeter,” kata dia, seperti dimuat laman Daily Mail, Rabu 10 Maret 2010.

“Sekarang bahkan ada yang tumbuh di dahi sebelah kanannya. Kami khawatir akan tumbuh lagi tanduk yang sama,” kata Zhang.

Belum jelas penyebab tanduk di dahi Zhang Ruifang. Namun diduga itu karena penebalan kulit.

Sel yang membentuk tanduk itu diduga adalah keratin — sel yang sama yang membentuk rambut dan kuku manusia. Sementara pada hewan, keratin membentuk bagian kulit dan tanduk.

Meski sepuh, Zhang Ruifang masih aktif. Dia mampu berjalan meski dibantu tongkat. Dia juga masih bisa menikmati makanan favoritnya dengan enak, misalnya paha ayam goreng.

Zhang Ruifang punya tujuh anak, enam laki-laki seorang perempuan. Anak tertuanya berusia 82 tahun.

Keluarga Zhang Ruifang tinggal di pedesaan dan tak punya uang untuk membawanya ke rumah sakit. Namun, kata mereka, tanduk Zhang Rufang tidak membuatnya sakit — nenek itu masih bisa menikmati masa tuanya dengan damai.

Kerangka anak kecil yang ditemukan di Afrika Selatan menyimpan jawaban evolusi manusia.

VIVAnews – Teori evolusi menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Namun, seperti apa perubahan dari kera menjadi manusia jadi pertanyaan besar.

Kini misteri itu terjawab. Ditemukan sebuah fosil kerangka anak kecil berusia sekitar dua juta tahun yang diyakini sebagai spesies baru hominid — gabungan primata dan manusia. Hebatnya, fosil itu relatif utuh, bukan hanya bagian-bagian tulang atau gigi.

Para ilmuwan yakin, kerangka tersebut adalah tipe nenek moyang manusia yang belum diketahui sebelumnya –yang memasuki tahapan lanjutan manusia kera menjadi manusia, atau disebut juga  Homo habilis.

Ahli yang meneliti kerangka itu mengatakan, karakteristik Homo habilis, yang muncul 2,5 juta tahun lalu adalah tahapan kunci dalam evolusi manusia. Penemuan ini diharapkan bisa mengisi kekosongan dalam sejarah evolusi manusia.

Fosil hominid yang ditemukan sebelumnya hanya berupa fragmen tulang, sehingga penemuan kerangka yang nyaris utuh memungkinkan para ilmuwan menjawab pertanyaan kunci mengenai seperti apa bentuk nenek moyang manusia — ketika mereka mulai berjalan tegak menggunakan dua kaki.

Kerangka tersebut ditemukan Profesor Lee Berger, dari Universitas Witwatersrand, ketika mengeksplorasi sebuah gua di Sterkfontein, wilayah Afrika Selatan, dekat Johannesburg. Gua yang mengandung kapur itu diyakini faktor penting yang menjaga keutuhan kerangka.

Penemuan ini sangat signifikan, sampai-sampai Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengundang beberapa ahli universitas untuk melihat fosil itu secara langsung. Kampanye lewat media dan dokumenter televisi juga sedang dipersiapkan.

Professor Phillip Tobias, satu dari tiga ahli yang kali pertama mengidentifikasi Homo habisis pada 1964 mengatakan, penemuan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.

“Penemuan sebuah kerangka, alih-alih hanya gigi atau tulang lengan, adalah hal yang sangat jarang,” kata dia, seperti dimuat laman The Age, Senin 5 April 2010.

Sementara, Dr Simon Underdown, ahli evolusi manusia dari Universitas Oxford Brookes mengatakan penemuan baru ini membantu para ilmuwan lebih memahami pohon evolusi.

“Penemuan seperti ini membuat kita makin memahami nenek moyang kita di masa-masa mereka berkembang menjadi manusia untuk kali pertamanya,” kata dia.

Penemuan ini adalah yang paling penting dan signifikan sejak penemuan fosil utuh berusia 3,3 juta tahun yang diberi nama Australopithicus, atau yang juga dikenal dengan julukan ‘kaki kecil’  pada 1994.

Penemuan besar lainnya adalah tengkorak utuh dari 2,15 juta tahun lalu berjenis Australopithecus africanus, yang dijuluki ‘Nyonya Ples’, pada tahun 1947.

Older Posts »

Kategori