Oleh: astwan | 20/01/2011

Metode Pengujian Kualitas Bahan dan Pelaksanaan Serta Pelaporan Dalam Pekerjaan Teknik Sipil

1. SEKILAS TENTANG BAHAN KONSTRUKSI SIPIL

Beberapa konstruksi sipil dapat menggunakan tanah dan agregat, yaitu :

a. bendungan tanah

b. tanggul sungai

c. kolam limbah

d. waduk air

e. bahan jalan raya

f. bahan jalan kereta api

g. timbunan tanah

Masalah yang dapat dijumpai bila menggunakan tanah sebagai bahan konstruksi , al :

a. penimbunan tanah

b. stabilitas tanah

c. pemadatan tanah

Konstruksi sipil yang menggunakan bahan-bahan bertulang yaitu :

a. pondasi, sloof, kolom dan balok gedung biasa (non bertingkat)

b. pondasi, sloof, kolom dan balok serta lantai gedung bertingkat

c. jembatan jalan raya

d. tembok penahan tanah

e. bangunan lainnya

Konstruksi sipil yang menggunakan Bahan Beton Pracetak yaitu :

a. Pondasi tiang pancang

b. Sheet piles

c. Rioling

d. Jembatan prestress

2. PEMERIKSAAN SIFAT-SIFAT BAHAN UNTUK PEKERJAAN SIPIL

Sifat-sifat tanah (Soil Properties) yang perlu diperiksa di laboratorium dan dilapangan untuk kepentingan perencanaan pondasi gedung, jembatan, tanki dan pekerjaan pondasi lainnya :

a. sifat-sifat fisis :

kadar air, berat isi, berat jenis, jenis tanah, klasifikasi tanah

b. sifat-sifat teknis :

kohesi, sudut geser tanah, kekuatan geser, index kompresi, koefisien

konsolidasi, koefisien permeability, letak muka air tanah

Sifat-sifat tanah yang perlu diperiksa untuk perencanaan kestabilan lereng yaitu :

a. sifat-sifat fisis :

kadar air, berat isi, berat jenis, jenis tanah, klasifikasi tanah

b. sifat-sifat teknis :

kohesi, sudut geser tanah

Sifat –sifat tanah untuik perencanaan timbunan :

a. untuk landasan/tanah dasar :

sifat fisis     : kadar air, berat isi, berat jenis, jenis tanah, klasifikasi  tanah

sifat teknis : kohesi, sudut geser tanah, kekuatan geser, index kompresi,

koefisien konsolidasi, koefisien permeability, letak muka air

tanah

b. untuk bahan timbunan :

sifat fisis     : kadar air, berat isi, berat jenis, jenis tanah, klasifikasi tanah

sifat teknis : kohesi, sudut geser, kadar air optimum, berat isi kering

maksumum.

Sifat-sifat phisis bahan pondasi jalan raya perkerasan lentur :

a. sifat fisis     : berat jenis tanah, berat jenis dan penyerapan agregat

halus,berat jenis dan penyerapan agregat kasar, gradasi

butiran, batas cair,batas plastis, ekivalensi pasir.

b. Sifat teknis : kehil;angan berat karena keausan agregat kasar, standar

proctor, CBR terendam.

3. BEBERAPA METODE PENGUJIAN UMUM DALAM PEKERJAAN

SIPIL

Pengujian untuk perencanaan pondasi :

percobaan kadar air, percobaan berat isi, percobaan berat jenis, analisa saringan, analisa hidrometer, percobaan batas atterberg, percobaan tekan bebas, percobaan geser langsung, percobaan geser tiga sumbu, percobaan konsolidasi.

Pengujian tanah untuk timbunan :

percobaan berat jenis, percobaan analisa saringan, percobaan hidrometer,

percobaan batas atterberg, percobaan kepadatan standar, percobaan geser

langsung.

Pengujian bahan beton :

- Pengujian semen : percobaan berat isi, percobaan berat jenis, kehalusan

semen, waktu pengikatan.

- Pengujian agregat halus : percobaan berat isi, percobaan berat  jenis dan

penyerapan agregat halus, analisa saringan, kotoran organik, ekivalensi

pasir.

- Pengujian agregat kasar : percobaan berat isi, percobaan berat  jenis dan

penyerapan agregat kasar, analisa saringan, keausan agregat kasar.

- Pengujian campuran beton : pembuatan dan perawatan sampel, berat isi

campuran beton, test kekantalan, test kekuatan hancur beton.

Pengujian bahan tanah dasar perkerasan :

Pemeriksaan berat jenis, pemeriksaan analisa saringan,pemeriksaan  analisa

hidrometer, pemeriksaan batas cair, pemeriksaan plastis, pemeriksaan kepadatan

standar, CBR laboratorium.

Pengujian bahan pondasi perkerasan lentur :

Percobaan berat jenis (tanah, agregat halus + penyerapan, agregat kasar + penyerapan), analisa saringan bahan gabungan, batas cair, batas plstis,test keausan, test kepadatan, CBR laboratorium.

Pengujian aspal dan agregat sebagai lapis penutup type Lapen :

-  Berat jenis aspal, penetrasi aspal, destilasi aspal, pengaruh panas  dan udara

pada bahan aspal, titik letak aspal.

-  Analisa saringan, ketahanan terhadap keausan.

Lapisan penutup hotmix :

Berdasarkan rancangan campuran bahan aspal yang lebih dikenal dengan istilah Job Mix Design atau Job Mix Formula.

Job Mix Formula :

Fraksi agregat kasar (>2.36 mm), fraksi agregat halus (2.36-0.075 mm), fraksi filler (bukan pengisi), kandungan aspal efektif, kandungan aspal diserap, total kandungan aspal sebenarnya + tebal film aspal, kandungan rongga udara campuran padat, stabilisasi marshall + kuosien marshall, stabilitas marshall terendam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: